Dalam setiap irama tubuhmu kau selalu menyapa
Dalam kepenatan yang tak pernah terbisikkan kau selalu mendekap
Dalam kerinduan yang sangat kau tak pernah ingin lepas dariku
Usiaku kini telah berubah
Kaulah yang telah membentuk jiwa mentah ini
Kaulah yang telah mengelola emosi labil ini menjadi lokomotif kemajuan
Kaulah yang selalu memberiku keberuntungan
dengan nasihatmu kala malam telah larut
dan gerbang mimpi siap menghampiriku
Kala yang lain terlelap
Kutahu kau tak pernah terlena
Pikiran, hati, jiwa, dan emosiku selalu bekerja demi masa depanku
Kau selalu berpacu dengan waktu
Karena kau yakin, tanpa itu bisa jadiaku terlindas oleh jaman yang semakin keras
Kaulah pengantar luasnya pengetahuanku
Kala wadah kosa kataku hanya bagai tetesan air
Kaulah yang memenuhinya hingga menjadi sebuah lautan
Kaulah bintang berkilauku
Yang tak akan pernah terlupakan oleh rangkaian huruf cahaya sejarah peradaban manusia
Andai aku bisa, ibu
Kan kubalas segenap cinta dan kasihmu
Andai aku mampu, ibu
Kan kupersembahkan seterang kilauanmu,sehangat dekapanmu, setulus kasihmu,dan sebijak nasihatmu
Kutahu, ibu..
Tanganmu tak pernah lepas berharap untukku
dalam setiap do’a yang kau panjatkan
Kutahu, ibu..
Senyummu selalu menyapa dalam setiap kata cinta yang keluar dari lisanmu
Kutahu ibu...
Mata hatimu selalu terjaga dalam setiap derapku
Ya Allah...
Kutengadahkan tanganku berharapkau membahagiakannya sepertiku kini
Ya Rabb...
Kumemohon berilah ibu mimpi yang selalu indahYa Rabbul Izzati
Kuberharap padaMu anugerahkan ibu kecupan hangat
Seperti yang selalu ia berikan padaku saat aku terbangun di pagi hari
Ya Illahi...
Bahagiakanlah ia
Ibu, Sang Pelangi dan Matahariku
Dalam kepenatan yang tak pernah terbisikkan kau selalu mendekap
Dalam kerinduan yang sangat kau tak pernah ingin lepas dariku
Usiaku kini telah berubah
Kaulah yang telah membentuk jiwa mentah ini
Kaulah yang telah mengelola emosi labil ini menjadi lokomotif kemajuan
Kaulah yang selalu memberiku keberuntungan
dengan nasihatmu kala malam telah larut
dan gerbang mimpi siap menghampiriku
Kala yang lain terlelap
Kutahu kau tak pernah terlena
Pikiran, hati, jiwa, dan emosiku selalu bekerja demi masa depanku
Kau selalu berpacu dengan waktu
Karena kau yakin, tanpa itu bisa jadiaku terlindas oleh jaman yang semakin keras
Kaulah pengantar luasnya pengetahuanku
Kala wadah kosa kataku hanya bagai tetesan air
Kaulah yang memenuhinya hingga menjadi sebuah lautan
Kaulah bintang berkilauku
Yang tak akan pernah terlupakan oleh rangkaian huruf cahaya sejarah peradaban manusia
Andai aku bisa, ibu
Kan kubalas segenap cinta dan kasihmu
Andai aku mampu, ibu
Kan kupersembahkan seterang kilauanmu,sehangat dekapanmu, setulus kasihmu,dan sebijak nasihatmu
Kutahu, ibu..
Tanganmu tak pernah lepas berharap untukku
dalam setiap do’a yang kau panjatkan
Kutahu, ibu..
Senyummu selalu menyapa dalam setiap kata cinta yang keluar dari lisanmu
Kutahu ibu...
Mata hatimu selalu terjaga dalam setiap derapku
Ya Allah...
Kutengadahkan tanganku berharapkau membahagiakannya sepertiku kini
Ya Rabb...
Kumemohon berilah ibu mimpi yang selalu indahYa Rabbul Izzati
Kuberharap padaMu anugerahkan ibu kecupan hangat
Seperti yang selalu ia berikan padaku saat aku terbangun di pagi hari
Ya Illahi...
Bahagiakanlah ia
Ibu, Sang Pelangi dan Matahariku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar